“What's the best way to build a brand for the long term? In a word: culture.” Tony Hsieh dalam bukunya , Delivering Happiness: A Path to Profits, Passion, and Purpose
Dari situ kita bisa melihat bahwa “culture” atau budaya tentunya tak bisa datang begitu saja, harus dibangun dan dibudayakan. Nah, Membangun brand adalah membangun identitas atau yang dikenal brand identity.
saya menemukan bahwa UKM kebanyakan minim pemahaman tentang strategi branding atau merek. Kebanyakan UKM memang sudah memiliki merek, tapi masih memandangnya sekadar label belaka, bukan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Kegiatan branding memang dikenal sebagai sumber biaya (cost center) bukan sumber laba (profit center), sehingga keberadaannya kurang diindahkan oleh pengusaha UKM.
